Lahirnya Sang Pejuang

Sholat Dhuha selalu saja menarik untuk dituangkan dalam tulisan, kali ini tulisan Ustadz Arafat pada Arafat || Channel Telegram dengan judul “LAHIRNYA SANG PEJUANG”

“Bapak dan ibu guru, tahukah mengapa saya kumpulkan Anda semua di sini?”

“Saya dengar Bapak punya agenda baru untuk tahun ajaran kali ini,”

“Benar. Saya berencana agar sekolah kita mengadakan shalat Dhuha bersama bagi siswa yang muslim. Seminggu sekali saja, misalnya setiap hari Jumat. Saya mohon Bapak dan Ibu bisa membantu kegiatan ini.”

Demikianlah sebuah rapat kecil antara kepala sekolah bersama tiga orang guru agama di sana. Salah satu guru yang hadir saat itulah yang menceritakan kembali pada saya selesai ceramah Muharram di sekolah tersebut yang berada di bilangan Duren Sawit.

Saya cukup senang mendengarnya, mengingat mereka adalah sekolah umum bukan sekolah Islam. Tetapi yang lebih membuat saya takjub, sang kepala sekolah yang mencetuskan ide tersebut bukan seorang muslim!

Beliau sudah lama menelusuri manfaat shalat Dhuha, dan sudah lama pula mencari tahu bukti-bukti kesuksesan luar biasa bagi mereka yang menjaga shalat sunnah ini.

Berbekal semua informasi itulah maka beliau merasa yakin dan berkewajiban membiasakan kebiasaan tersebut kepada para siswa muslim -yang jumlahnya lebih dari setengahnya- dengan harapan setelah mereka lulus kelak semakin mudah meraih keberhasilan.

Ah, saya benar-benar tidak habis pikir. Otak saya seperti beku untuk beberapa detik ketika mendengar cerita ini. Kok bisa ya orang yang bukan muslim begitu yakin dengan manfaat shalat Dhuha? Duh, malunya.

Padahal saya sendiri merasa biasa-biasa saja dengan shalat sunnah yang satu ini. Sekedar tahu bahwa Dhuha adalah shalat yang hukumnya sunnah seperti Witir, Tahajud, dan lainnya.

Pantas saja tak ada dorongan untuk mewajibkan diri sendiri menjaga Dhuha setiap hari. Mungkin karena kurangnya keyakinan dengan shalat istimewa ini.

Sungguh halus sekali cara Allah menegur, yaitu dengan menghadirkan seorang non muslim yang justru antusias sekali melebihi saya sendiri yang muslim sejak lahir.

Bismillah, jangan sampai teguran Allah datang lagi berkali-kali. Cukup sudah cerita sederhana ini mengubah mindset saya tentang fadhilah Dhuha yang dahsyat.

Mohon doanya ya, saya ingiin sekali mulai hari ini kita semua bisa istiqomah sebagai Pejuang Dhuha hingga akhir hayat. Bismillah.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *